Dasar-dasar islam

(HR. Bukhory no. 8, 4243)

Iklan

Tingkatan Takdir

"Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq: 12) "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-’Ankabut:62)

Fatwa-Fatwa Syaikh Yahya -hafidzohulloh- Atas Pertanyaan Mancanegara

Fatwa-Fatwa Syaikh Yahya (hafidzohulloh) Atas Pertanyaan Mancanegara Dikumpulkan oleh : Sebagian Tholibul Ilmi Darul Hadits Dammaj Rekomendasi Syaikh Yahya -Hafidzahullah- بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله حمدا كثيرا مباركا فيه، وأشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله ، أما بعد : فقد قام بعض إخواننا طلبة العلم … Lanjutkan membaca Fatwa-Fatwa Syaikh Yahya -hafidzohulloh- Atas Pertanyaan Mancanegara

Seputar Hukum Tarbiyatun Nisa` (TN).

Terdapat di Negara kami Indonesia, Ma`had yang didirikan khusus untuk para wanita, dinamakan dengan "Tarbiyatun Nisa`" padanya diajarkan Al-Qur`an dan Sunnah. Kami telah mengingkari ma`had ini, dan kami tidak melihat pada pengingkaran tersebut kecuali kebaikan karena apa yang ada padanya dari musykilah (masalah) dan penyelisihan syari`at. Adapun bentuk ma`had tersebut adalah(1):

NASEHAT GAMBLANG BAHWASANYA MENGHUKUMI SESEORANG SEBAGAI MUBTADI’ TIDAKLAH GAMPANG

Imam Al Bukhory meriwayatkan dalam shohihnya dari Abu Hurairoh, bahwasanya dia mendengar Rosululloh : mengatakan: Sesungguhnya seorang hamba berbicara tentang sesuatu perkataan yang dia tidak memiliki kejelasan padanya, maka dia akan tergelincir di neraka lebih jauh dari apa-apa yang diantara timur dan barat.

FATWA POLIGAMI

Apakah benar bahwa menikah lebih dari satu (poligami) tidak disyariatkan kecuali bagi orang yang di bawah tanggung jawabannya terdapat anak yatim dan ia khawatir tidak bisa berlaku adil ?

Surat An-Nisa`, Satu Bukti Islam Memuliakan Wanita

Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah?