Assalamu’alaikum ustadz bagaimana hukumnya seorang akhwat memajang foto dirinya yang berniqob sebagai profil picture di jejaring sosial? jazakumullah khoir.

Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Tidak diperbolehkan bagi wanita memajang fotonya di jejaring sosial maupun media lainnya yang dapat diakses oleh semua orang. Sebagaimana yang telah ma’lum dalam kaidah “Saddudz dzari’ah” (menutup celah). Sebab hal itu dapat menjadi sarana yang mengantarkan seseorang kepada zina mata dan zina hati.

Dari Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda:

المرأة عورة و إنها إذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita itu aurat, dan sesungguhnya bila ia keluar maka syaithan akan menghiasinya.” (HR. At-Thabrani dalam Al-Awsath no. 3036 – sanadnya shahih, para perawinya tsiqat selain Ibrahim bin Hisyam Al-Baghawi – Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2688)

Syaikh ‘Ali Al-Qari rahimahullah menerangkan:

أي زينها في نظر الرجال و قيل أي نظر إليها ليغويها و يغوي بها

“Yakni syaithan menghiasi wanita tersebut di mata lelaki yang melihatnya (untuk menggodanya), dan ada juga yang mengatakan syaithan melihat kepada wanita itu untuk menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang oleh sebab dirinya.” (Al-Mirqah 3/411)

Maka jika foto wanita itu terpajang; sama saja apakah nampak dari depan, dari belakang, berniqab atau tidak, atau hanya bagian wajahnya saja yang di blur, bagian tangannya saja atau bagian kakinya, semua itu dapat menjadi celah bagi syaithan untuk menghias foto tersebut di mata lelaki yang bukan mahramnya. Dan hijab yang ia pakai untuk menjaga dirinya tidak terealisasi sesuai dengan tujuannya. Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah cobaan sepeninggal aku lebih berbahaya bagi laki-laki dibanding wanita.” (HR. Al-Bukhari)

Tanya: Bagaimana hukumnya menshare gambar wanita tidak berjilbab di facebook/twitter atau nampak sebagian auratnya tapi tidak ada kepalanya untuk memberi contoh atau peringatan? Syukron ustadz.

Jawab: Hal itu tidak diperbolehkan. Aurat wajib ditutup dan tidak boleh dipublikasi. Baik dengan alasan memberi contoh maupun peringatan. Wa billahit tawfiq.

Fikri Abul Hasan http://manhajul-haq.blogspot.co.id/2015/07/hukum-pajan-foto-akhwat-di-jejaring.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s