Hukum Mengenakan Celana Panjang (Pantolun)

    Hukum Mengenakan Celana Panjang (Pantolun)

Hal ini ditanyakan kepada Syaikh yang Mulia, Allaamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhohulloh:

“Anda telah memperingatkan, semoga Allah senantiasa merahmati Anda, terhadap meniru  orang kafir dan menyebut mengenakan celana panjang (pantolun). Karena itu, banyak ikhwan yang bertanya,  apakah ini Haram?

Beliau menjawab:

“Ya, celana (pantolun) yang menyerupai celana panjang dari orang-orang kafir adalah Haram ((Barangsiapa meniru suatu kaum ia adalah dari mereka)) [1] saya lihat dalam beberapa negara Arab bahwa Anda melihat seorang wanita yang tidak dapat dibedakan Kristen dari Muslim karena persamaan bentuk gaunnya. Dan Anda melihat, seorang Islam, Kristen, Yahudi dan Komunis. Anda melihat salah satu dari mereka membersihkan jenggotnya dicukur, kepala tidak tertutup, memakai pengikat leher dan ia mengatakan kepada Anda “Saya seorang Muslim! Dan gaun wanita tanpa malu mungkin lebih dari orang Yahudi atau Kristen dan Anda tidak bisa mengenalinya (sebagai Muslimah) sampai mengatakan kepada Anda “ini adalah seorang Muslim” dan “ini adalah seorang Muslimah”! Tapi seperti untuk penampilannya dan bajunya tidak mungkin bagi Anda untuk mengenalinya (sebagai Muslimah), apa yang Anda katakan tentang ini, Haram atau Halal?

“Fatawa Fadhilatusy Syaikh Rabi Al-Madkhalee, Vol.2, Hal. 455”

Penasehat Terpercaya, Allaamah Yahya bin Ali al-Hajury, hafidhohulloh mengatakan:

“Celana panjang (pantolun)untuk pria dan wanita tidak diperbolehkan karena meniru orang kafir, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak memakainya, begitu pula salah satu sahabat dan juga tidak Pendahulu kita yang saleh, semoga Allah meridhai mereka dan siapapun yang mengatakan bahwa diperbolehkan, kemudian ‘pembolehan’ apakah ada sesuai dengan Syari’at (Allah) dan ini (celana panjang) tidak ada dalam peraturan (Syari’at Allah), karena itu, pada  pernyataan kebolehannya adalah tidak benar. ”

Al-Kanz Ath-Thameen, Vol.4, Hal 173

Catatan kaki:

[1] – Abu Dawud (431), Ahmad (50/2), (92/2), Ibnu Abi Shaybah (313/5) Syaikh Yahya, semoga Allah melindunginya disebutkan tentang hadits ini bahwa adalah: ‘Hasan dalam bukunya “Al-Mabaadi’u Al-Mufeedah” titik 89

Diterjemahkan Oleh: Yunus di Taweel
_____________________________________________________________________

Syaikh Shalih Al-Fauzan, hafidhohulloh, mengatakan:

Tidak diperbolehkan memakai pakaian ketat yang menunjukkan anggota badan dan bentuk tubuh wanita. Pakaian ketat tidak diperkenankan untuk pria atau perempuan, dan ini lebih dilarang untuk wanita, karena fitnah dalam kasus mereka lebih besar.
Al-Muntaqa min Fatawa al-Syaikh Shalih Al-Fauzan, 3/454

Asy-Syaikh Albani, rohimahulloh, mengatakan:

Tentang mengenakan pantalon (celana panjang) maka kita telah berbicara tentang itu banyak sekali, itu adalah jenis pakaian asing. Tidak diijinkan bagi seorang muslim untuk memakainya … (terlebih) memakainya dalam shalat adalah lebih layak untuk dilarang karena itu menunjukkan bentuk aurat utama (kemaluan) dan aurat kecil (paha), hal itu menunjukkan bentuk bagian pribadi dan menunjukkan bentuk paha. Pada kenyataannya orang yang memakai dengan pantalon berakibat menarik perhatian kepada diri mereka yang mengganggu seperti perempuan, (dengan sholat di belakang jemaat laki-laki) Yang terbaik dari deretan Perempuan yang terakhir itu.

Referensi: al Haawee min Fatawaa Seperti Syaikh Albani, halaman: 335, cetak: Mussasah sumaa.

Untuk membaca lebih lanjut http://aloloom.net/vb/showthread.php…light=trousers

Ç

Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=5804

————————————————–

Syaikh Yahya Al Hajooree pada ‘Bintaal (Celana / Celana)

T: Apa yang Anda tahu tentang abu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alish-Syaikh mufti yang berada di (acara radio) Darb Nur alaad? Memang saya mendengar dia berkata bahwa pemakaian celana (pantolun) untuk pria adalah halal dan haram bagi para wanita, jadi apa hukumnya putusan ini?

J: Celana (pantolun) tidak diperbolehkan bagi laki-laki maupun perempuan karena fakta bahwa penyerupaan dari orang-orang kafir. Tidak Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam maupun orang dari sahabatnya memakainya. Demikian juga tak seorang dari salaf kita yang sholeh. Jadi siapapun yang mengatakan itu halal maka (kita katakan) yang diperbolehkan adalah apa yang sesuai dengan peraturan Allah, dan ini (mengenakan celana) tidak sesuai dengan itu. Oleh karena itu pandangan bahwa itu (pantolun) diperbolehkan adalah tidak benar.

Adapun abu Syaikh Abdul Aziz Alish-Syaikh, ia adalah seorang sarjana dari ulama saleh dari kaum Muslim. Urusan-Nya adalah seperti urusan selain dia dari para ulama. Dia adalah benar (di kali lain) dan bisa tidak benar (di kali lainnya). Kami meminta kepada Allah untuk membuat kita, dia, dan seluruh umat Islam berhasil mendapatkan yang baik.

Diambil dari buku Al Kanz Ath Thamin volume ke-4.

åÃÎèÐ AAE ÇäãÊÇÈ: ÇäãæÒ ÇäËåêæ
ÊÑÌåÉ: æÌêÈ EAE êèÓá ÇäÃæÌäÓê

Diterjemahkan oleh Najeeb Al Angelesi.

    Penterjemah: Kata arab yang digunakan dalam fatwa adalah EAE × CA bentaal kata lain yang berarti celana ini EAE × äèæ bantaloon mereka berbeda dari ÓÑèÇä sirwal yang juga diterjemahkan sebagai celana atau celana panjang, namun bentaal nya bahwa ulama menghukumi untuk sebagai haram sedangkan sirwaal tidak. Jadi penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara keduanya. Syaikh Ali Ar Raazihi (yang dari mashayikh dan guru dammaj) menunjukkan beberapa perbedaan yang jelas dan berbeda antara keduanya dalam bukunya “Al Qistaas”
    ÇäâÓ × co IAA AEO ÇäÈæ × Çèæ è ÇäÊÔÈç ÈÇäãáÇÑ yang singkat saya akan menyebutkan insha’llah.

    1: sirwaal adalah dari pinggang ke bawah lutut atau pertengahan betis, sedangkan celana (pantoloon) memperpanjang melewati mata kaki menutupi bagian belakang kaki.

    2: sirwaal memiliki bahan elastis (karet) dikenakan ke pinggang itu yang berfungsi untuk mencengkeram tubuh, namun celana (pantoluun) membutuhkan sabuk (ikat pinggang) untuk mengencangkannya pada tubuh.

    3: bahan untuk sirwaal adalah tipis, namun bahan untuk celana (pantoluun) biasanya jauh lebih tebal.

    4: sirwaal tidak memiliki ritsleting, sedangkan celana memiliki ritsleting.

    5: sirwaal tidak memiliki saku, bertentangan dengan celana (pantolun) yang memiliki kedua depan dan kantong belakang.

    6: sirwaal ini tidak dianggap sebagai pakaian luar atau pakaian eksternal, tidak dikenakan seperti apa yang dianggap sebagai pakaian luar seperti thowb atau izar (sarung) dll, Sedangkan celana (pantolun) dirancang untuk dipakai khusus sebagai pakaian luar. Artinya tidak ada yang menutupinya sebab pantolun dikenakan diluar.

    Ini adalah perbedaan antara keduanya bagi mereka yang mungkin bingung mengenai masalah ini sebagaimana saya adalah untuk waktu yang lama sampai Syaikh Al Mamar Qaddasi dijelaskan dalam salah satu kelas, setelah dzuhur. Semoga manfaat bersaudara dari informasi ini wa billahit tawfeeq.

Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=5315&highlight=trousers

http://groups.yahoo.com/group/DawahfromYemen/message/1033

5 pemikiran pada “Hukum Mengenakan Celana Panjang (Pantolun)

  1. Pembahasan yg bagus, namun, mungkin lebih baik lagi kalo tolong dicarikan solusi soal maraknya pemerkosaan TKW Indonesia di negara-negara Arab (yg tertutup semua auratnya), soal berbagai pelecehan itu.
    Solusinya gimana, bagaimana caranya agar TKW kita dihargai disana (Arab) seperti penghargaan negara2 Barat terhadap kita, apalagi kita telah capek2 ikuti semua budaya Arab yg konon merupakan budak Amerika. Sy kira ini lebih relevan bagi bangsa atau kemanusiaan kita.

    Suka

  2. Pembahasan yg bagus, namun, mungkin lebih baik lagi kalo tolong dicarikan solusi soal maraknya pemerkosaan TKW Indonesia di negara-negara Arab (yg tertutup semua auratnya), soal berbagai pelecehan itu.
    Solusinya gimana, bagaimana caranya agar TKW kita dihargai disana (Arab) seperti penghargaan negara2 Barat terhadap kita, apalagi kita telah capek2 ikuti semua budaya Arab yg konon merupakan budak Amerika.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s