Nasehat Syaikh Yahya di Majelis Syaikh Robi’ hafidhohumalloh

Terjemahan Nasehat Syaikh Yahya di Majelis Syaikh Robi’ pada tanggal 26 Shafar 1433H

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Alloh Robb alam semesta , yang memuliakan siapa yang Ia kehendaki sebagai karunia dan anugah dari-Nya , menghinakan , meterlantarkan dan menguji siapa yang Ia hendaki dengan keadilan(Nya) , tidak ada yang bisa mengangkat siapa yang Ia jatuhkan , tidak ada yang bisa menjatuhkan siapa yang Ia angkat ,tiada yang bisa memuliakan siapa yang Ia hinakan ,tiada yang bisa menghinakan siapa yang Ia Muliakan , ditangan-Nya lah kebaikan dan Ia berkuasa atas segala sesuatu.

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah Maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Faathir 2)

dan sholawat dan salam kepada utusan Robb alam semesta dan penutup para nabi yang bersabda –shollallohu ‘alaihi wa sallam- :

وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya ummat itu seandainya berkumpul/bersatu untuk memberikan sedikit kemanfaatan kepadamu , ( maka) mereka tidak akan memberikan  manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang Alloh telah tetapkan bagimu , dan seandainya mereka bergabung untuk menimpakan mudhorat/bahaya kepadamu dengan suatu hal , (maka) mereka tidak akan mampu menimpakan mudhorat itu kepadamu kecuali dengan apa yang Alloh telah tentukan menimpa-mu , pena-pena telah terangkat dan lembaran(takdir) telah kering.

Adapun setelah itu :
Berikut transkrip dari kalimat/nasihat guru kami “Singa Sunnah” (pemberani) seorang yang Zuhud , Mujahid Yahya bin ‘Ali Al-Hajury –semoga Alloh memberikannya taufiq dan mengkokohkannya- yang beliau berikan kepada para penuntut ilmu di Makkah yang sangat diharapkan oleh Syaikh  dan Orang tua kita Al-Imam dengan benar , pemegang bendera Jarh wa ra’dil dengan jujur “Robi’ bin Hadi” – semoga Alloh mengangkat kadarnya dan menghinakan orang-orang yang membencinya –

Dan saya telah berusaha untuk melakukan transkrip , dan sungguh saya tahu bahwa saudara-saudara kita dalam kesedihan yang sangat untuk mendengarkannya , maka bertambah-lah semangatku ketika saya melihat saudara-saudara kita mencari-carinya bagaikan seorang yang kikir mencari cincinya yang hilang dalam debu/kemiskinan. Maka saya ingin hadiahkan kepada mereka barang hilang itu dan meletakkannya dihadapan mereka .

Dan ini lah transkripnya :

Asy-Syaikh Robi’ : hayyakumulloh (semoga Alloh menghidupkan kamu)
 Asy-Syaikh Yahya: Allohu yuhyiikum
 Asy-syaikh Robi’: hayyakumulloh
 Asy-Syaikh Yahya: semoga Alloh memberkahi kamu bagaimana kabar/keadaanmu wahai syaikh?
 Asy-Syaikh Robi’: semoga Alloh memberkahi dan menjaga kamu sekalian
 Asy-syikh Yahya  : dan juga kamu sekalian barokallohu fiikum
 Asy-syaikh Robi’  : silahkan ! silahkan ! waktu sempit , berikan nasihat untuk ikwan!
 Asy-syaikh Yahya : Nasihat-nasihat-mu cukup untuk mereka , insya Alloh
 Asy-syaikh Robi’: Apa katanya?
 Salah satu santri : silahkan-silahkan wahai syaikh !

Asy-Syaikh Yahya :

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و اشهد أن محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و على آل وسلم تسليما كثيرا
أما بعد

Nasihat-nasihat dan arahan-arahan Asy-syaikh terdapat padanya kebaikan dan berkah bagi saudara-saudara dan para santrinya disini dan disana.
 Asy-syaikh robi’        : saya tidak dengar , kamu sekalian mendengarkan?
 Para santri             : Na’am (Ia)
 Asy-Syaikh Robi’        : MASYA ALLOH
 Asy-syaikh Yahya        : Akan tetapi mengalah pada keingian beliau agar saya memberikan nasihat peringatan untuk-ku dan saudara-saudarku –semoga Alloh menjaga mereka-
 Alloh mengabarkan dalam kitab-Nya , bahwa sebaik-baik yang bisa mengambil peringatan adalah mereka orang-orang yang beriman , AllohAzza wa Jalla berfirman  :
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
 dan berilah peringatan , karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.(Adz-dzaariyaat 55)
 dan mengabarkan bahwa sesungguhnya orang yang beriman , dia-lah yang mengambil manfaat dengan peringatan , maka kebaikan , orang yang pantas dan bisa mengambil manfaat dengannya adalah Ahlul-iman(orang-orang yang beriman) , dan  sebaik-baik Ahlul-Iman adalah para ulama’
 Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى  وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى  الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى
 orang yang takut  (kepada Allah)-lah yang mendapat pelajaran , dan orang-orang yang celaka-lah yang menjauhinya . (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).(Al-A’la 10-12)
 dan berfirman dalam kitabnya:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآَيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
 dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami , (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah” . sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi Setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.(Ibrohim 5)
 maka sebaik-baik yang bisa mengambil peringatan adalah orang-orang yang beriman lagi bersyukur ,(yaitu) ulul Al-Baab(pemilik hati/akal sehat) Alloh berfiman dalam kitabnya ;
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
 ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya ditadabburi ayat-ayat-Nya dan supaya ulul albaab mendapat peringatan .(Shood 29)
 dan berfirman ;
وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
 dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Robb kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan ulul albaab(orang-orang yang berakal).
 Dan berfirman :
هَذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
 (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia , dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah sembahan yang Maha Esa/Tunggal dan agar ulul albaab(orang-orang yang berakal) mengambil pelajaran.(Ibrohim 52)
هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آَيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ
 Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit . dan Tidaklah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).(Ghofir 13)
 Asy-Syaikh Robi’    : ALLOHU AKBAR
 ASy-Syaikh Yahya     :
 Dan telah datang dari hadist Ibnu Mas’ud –rodhiyallohu ‘anhu-  bahwa sesungguhnya Nabi-Shollallohu ‘alaihi wa sallam- bekata kepadanya :
إقرأ عليّ القرآن
 Bacakan Al-Qur an kepadaku !
 Maka beliau berkata : saya membacakan kepada-mu Al-Qur an , sedangkan Al-Qur an itu diurunkan untuk-mu?
 Nabi berkata :            إني أحب أن أسمعه من غيري
 Saya senang untuk mendengarkan-nya dari selain-ku
 Maka beliau pun membacakan kepadanya surat An-Nisaa’  , ketika sampai pada firman-Nya –yang Maha tinggi-
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا
 Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) , apabila Kami mendatangkan seseorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka ?(An-Nisaa’ 41)
 Beliau berkata : maka saya pun melihat kepadanya-shollallohu ‘alaihi wa sallam- ternyata kedua matanya mencucurkan airmata.
 Dan saya tidak-lah berbicara dihadapan Syaikh –hafidhzohulloh- akan tetapi karena keinginan beliau agar saya mengingatkan dengan sesuatu , dan hal yang terpenting yang saya mengingatkannya adalah “SEBAB-SEBAB KEBERSAMAAN ALLOH AZZA WA JALLA”

Dan dari sebab yang terpenting adalah firman Alloh ta’ala ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu , Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.(Al-Baqoroh 153)
 Dan Alloh –subhanahu wa ta’ala- memerintahkan Hamba-hamba-Nya agar bersama dengan orang-orang yang bersabar.
 Dan dari sebab yang terpenting adalah ketaqwaan kepada Alloh Azza wa Jalla :

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ  وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ  إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu . akan tetapi jika kamu bersabar , Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. bersabarlah dan Tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan . Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.(An-Nahl 126-128)
 dan dari hal yang penting adalah Apa yang Alloh janjikan kepada hamba-hamba-nya yang bertauhid dan pasukannya  yang beriman :

إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

ketika keduanya berada dalam gua , di waktu Dia berkata kepada temannya : ” Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah bersama kita.”
 Dan Alloh Azza wa Jalla berfirman :

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى  فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى  قَالَا رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى  قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى

Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun , Sesungguhnya Dia telah melampaui batas;
 Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut , Mudah-mudahan ia mendapat peringatan atau takut”. berkatalah mereka berdua: “Ya Robb Kami , Sesungguhnya Kami khawatir bahwa ia segera menyiksa Kami atau akan bertambah melampaui batas”. Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, Sesungguhnya aku bersama kamu berdua, aku mendengar dan melihat”. (Thoohaa43-46)
 Dan Alloh Azza wa Jalla menjanjikan kebersamaannya kepada siapa yang berbuat baik dan bersungguh-sungguh/berjuang dijalan-Nya :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

dan orang-orang yang berjihad untuk Kami , sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami . dan Sesungguhnya Allah benar-benar berama orang-orang yang berbuat baik . (Al-‘Ankabuut 69)
 demikianlah yang difirmankan Alloh subhanahu wa ta’ala dalam kitab-Nya yang mulia ,
 demikian pula yang dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad dalam “Musnad”nya , beliau berkata :mengabarkan kepada kami Sulaiman , mengabarkan kepada kami Syu’bah , mengabarkan kepada kami Qotaadah , dari Anas bin Malik –rodhiyaalloh ‘anhu- berkata : sesungguhnya Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : Alloh Azza wa Jalla berfirman :

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي

Saya berada pada sangkaan hambaku terhadap-Ku dan saya bersamanya apabila ia menyeru-Ku
 Dan ini dari sebab kebersamaan Alloh subhanahu wa ta’ala (yaitu) menyeru (berdo’a) kepada Alloh , dan di dalam Shohiihain (Al-Bukhory dan Muslim) dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu- dari Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallm- bersabda ; Alloh Azza wa Jalla berfirman ;

أنا عند حسن ظن عبدي بي و أنا معه إذا ذكرني فمن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي و من ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منه

Saya berada pada baiknya sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan saya bersamanya bila ia mengingatku , maka barang siapa yang mengingat-Ku dalam dirinya saya akan menginganya dalam diri-Ku , dan barang siapa yang mengingat/menyebut-Ku dalam suatu perkumpulan saya akan mengingat/meyebutnya dalam kumpulan yang lebih baik dari nya.
 Dan kalimat-kalimat ini hanyalah untuk mengalah akan keinginan kamu sekalian , yang mana saya tahu -Alhamdulillah- bahwa apa yang ada pada kamu sekalian terdapat dalamnya kebaikan , dan apa yang kamu dengarkan berupa nasihat –nasihat dan arhan-arahan terdapat keberkahan yang besar.
 Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu . di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan , Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya , Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat , semuanya itu dari sisi Robb kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan ulul albaab(orang-orang yang berakal). (Ali ‘Imroon 7)

Saya memohon kepada Alloh Azza wa Jalla taufiq untuk kami dan kamu sekalian , dan Jazaakumullohu Khoiron walhamdulillahi Robbil-‘aalaamiin , Adzan sholat maghrib telah dikumandangkan disini dan Allohul-Musta’aan.
 Asy-Syaikh Robi’    : Jazakumullohu khoiron  wa baarokallohu fiikum (semoga Alloh memberkahi kamu sekalian) dan memberikan manfaat atas apa yang kamu sebutkan , dan kami memohon kepada Alloh agar mengokohkan kami dan juga kamu sekalian diatas sunnah dan huda (petunjuk) dan juga memberikan kita taufiq dalam Islam sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha mengabulkan.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

Diterjemahkan:
Abu Ubayd Fadli
Pada 1 Robi’ul Awwal 1433H – di Mangkutana – Luwu Timur, Sulsel

sumber.

Download audionya di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s