Hinanya Perayaan Tahun Baru

بسم الله الرحمن الرحيم

Ditulis oleh:
Abu ‘Ubaid Fadhl bin Muhammad Asryad Thalib
-semoga Alloh mengampuninya-
Jumat 5 shafar 1433 Mangkutana-Sulsel
Perayaan tahun baru !
Happy New year ! bolehkah?!

Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam , mengatur alam semerta dengan kemampuaan dan kekuasaanya yang agung dan Dia-lah Alloh yang maha kuasa.

Sholawat dan salam kita panjatkan kepada Nabi yang memperhatikan dan mengasihi ummatnya agar mereka mendapatkan yang terbaik di dunia dan akhirat , Alloh berfirman tentang nabinya :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri , berat terasa olehnya penderitaanmu , sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu , Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mu’min.(At-Taubah 128)

Alloh menyempurnakan Agama yang Mulia ini dengan –nya –shollallohu ‘alaihi wa sallam- serta melengkapkan kenikmatan-Nya

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agamamu , dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku , dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu (Al-Maaidah 3)

Sungguh segala sesuatu dari aspek kehidupan ini telah disebutkan dan dijelaskan dalam syariat yang suci nan mulia ini baik ataupun buruk , anjuran atau ancaman ,besar atau kecil , menyenangkan ataupun peringatan

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (An-Nahl 89 )

Dan tentu dari perkara yang menyenangkan adalah ketika datangnya suatu hari yang ditunggu dan dinantikan , berupa hari raya , yang mana setiap ummat memiliki hari-hari yang dirayakan dan dimeriahkan , Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini hari raya kita (HR. Al-Bukhory dan Muslim dari ‘Aisyah –rodhiyallohu ‘anha-)

Hari raya kaum muslimin adalah Iedul-fitri dan Iedul-Adha , adapun hari raya non muslim sangatlah banyak baik yang sesuai dengan ajaran mereka atau yang mereka ada-adakan walau-pun tidak terdapat dalam syariatnya , seperti Natal , Tahun Baru , Nyepi , waisak , valentine ,  ibu ,  dan selainnya yang mereka buat-buat.[1]

Boleh-kah kita ikut serta merayakannya? Memberikan ucapan selamat? Dan menghadirinya ?

Sungguh Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- ketika tiba di kota Madinah melihat orang-orang Anshor bermain-main pada dua hari dan mereka menyatakan bahwa dua hari tersebut adalah mereka lakukan diwaktu jahiliyyah, maka Nabi bersabda :

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

Sesungguhnya Alloh telah menggantikan kalian dengan yang lebih baik darinya , hari Iedul-Adha dan hari Iedul-fitri (HR. Abu Dawud dari Anas bin Malik –rodhiyallohu ‘anhu-)

Dan perkara yang tidak diragukan bahwa perayaan-perayaan selain hari raya kaum muslimin merupakan kemaksiatan kepada Alloh  , dari kesyirikan dan selainnya , maka seorang yang beriman tentu tidak menghadirinya ,

Alloh Azza wa Jalla mensifati hamba-hambanya dalam firmannya :

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

dan orang-orang yang tidak menghadiri kemaksiatan , dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.(Al-Furqoon 72)

sebagian salaf seperti Abul-‘Aaliyah , Thowus , Muhammad bin Sirin dan selainnya mengatakan

لَا يَشْهَدُونَ الزُّور yaitu hari-hari raya musyrikin.(lihat tafsir Ibnu Kastiir-rohimahullohu Al-Jamii’ -)

kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam ikut serta merayakan hari –hari raya kuffar selain yang disebutkan diatas adalah sebagai berikut[2] :

1) tasyabbuh (menyerupai ) orang –orang kafir , Alloh berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا

Wahai  orang-orang yang beriman , janganlah kalian seperti orang-orang kafir (Ali ‘Imron 156)

Ayat ini jelas melarang untuk serupa dengan mereka dalam perbuatan ataupun ucapan.

Alloh berfirman :

كَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

seperti Keadaan orang-orang sebelum kalian, mereka lebih kuat daripada kalian, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kalian . Maka mereka telah menikmati bagian mereka , dan kalian telah menikmati bagian kalian sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kalian mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya . mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka Itulah orang-orang yang merugi.(At-Taubah 69)

Alloh juga berfirman :

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman , untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka ), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya , kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras . dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(Al-Hadiid 16)

Berkata Al-Imam Ibnu Kastiir-rohimahulloh-:

Alloh telah melarang kaum mukminin untuk serupa(tasyabbuh) dengan mereka(Ahlul-kitab) dalam suatu hal dari perkara ushul(pokok) dan furu’ (cabang)

Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barang siapa yang serupa dengan suatu kaum maka ia tergolong dari kaum tersebut (HR Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar –rodhiyallohu ‘anhu-)

Dan dalam Jami’ At-Tirmidzy dari sahabat Ibnu ‘Amr –rodhiyallohu ‘anhu- nabi bersabda–shollallohu ‘alaihi wa sallam-  :

ليس منا من تشبه بغيرنا لا تشبهوا باليهود و لا بالنصارى

Bukan dari kalangan kami siapa yang serupa dengan selain kami , maka jangan-lah kalian serupa dengan orang-orang yahudi dan nasrani .[3]

Maka dari syariat yang diajarkan oleh nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- adalah menyelisihi mereka dalam berbagai perkara bahkan dalam perayaan-perayaan mereka sebagaimana dalam hadist Anas bin Malik-rodhiyallohu ‘anhu- diatas sampai-sampai orang-orang yahudi berkata :

مَا يُرِيدُ هَذَا الرَّجُلُ أَنْ يَدَعَ مِنْ أَمْرِنَا شَيْئًا إِلاَّ خَالَفَنَا فِيهِ

Pria ini–shollallohu ‘alaihi wa sallam- tidaklah membiarkan perkara kita sedikitpun kecuali ia menyelisihi kita dalam perkara tersebut.

2) membahagiakan musuh-musuh Alloh dengan menghadiri , ucapan selamat , memberi hadiah kepada mereka ,

Tentu dari perkara yang dimaklumi dalam agama islam adalah hina-nya musuh-musuh Alloh rendahnya kedudukan mereka disisi Alloh , bukan sebaliknya , Alloh berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam , mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(Al-Bayyinah 6)

وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ

dan ketahuilah bahwa Sesungguhnya kalian tidak akan dapat melemahkan Allah, dan Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir (At-Taubah 2)

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.(Al-Anfaal 55)

Menghadiri perayaan-perayaan , meberikan hadiah atau ucapan selamat kepada mereka adalah bentuk memuliakan mereka yang menyelisihi syariat Alloh yang mulia. Dan menentang perkara ini adalah kehinaan dan kerendahan bagi para pelakunya !!!

Nabi  –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

إنَّ اللَّهَ جَعَلَ رِزْقِي تَحْتَ ظل رُمْحِي وَجَعَلَ الذِّلَّةَ وَالصَّغَارَ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي , مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Sesungguhnya Allh menjadikan riski-ku dibawah naungan anak panah-ku (jihad) dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi urusan(agama)ku dan barang siapa yang serupa dengan suatu kaum maka ia dari kaum itu. (HR Ibnu Abi Syaibah , Ahmad dan Al-Bukhory mu’allaq dari Ibnu ‘Umar –rodhiyaallohu ‘anhu)

Alloh nerfirman :

وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ

dan orang-orang yang mengerjakan kejelekan (mendapat) Balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan (Yunus 27)

3) bentuk ridho terhadap kemungkaran dan kekufuran mereka

Alloh berfirman :

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

jika kalian kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya (Az-zumar 7)

4) Mencintai mereka

seorang hamba tentu-nya membenci-seluruh yang dibenci oleh Alloh dan rosul-nya adapun menghadirinya , ucapan selamat dan hadiyah adalah suatu bentuk kecintaan kepada mereka , Alloh bderfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia(kekasih) (Al-Muntahanah 1)

Juga berfirman :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ

kalian tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya , Sekalipun ayah-ayah, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka (Al-Mujadilah 22)

5) membuat mereka merasa bangga dan kuat dengan agama mereka yang hina sehingga mereka terus menekuni hal-hal yang dimurkai oleh Alloh ,

berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimyyah–rohimahulloh-  dalam kitabnya Iqtidha` hal.310 darul Anshoor:

“Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka akan menimbulkan rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan ,terkusus apabila mereka tunduk dibawah kehinaan jizyah dan kerendahan , karena mereka melihat bahwa kaum muslimin telah menjadi bagian bagi mereka dalam agama mereka dan hal ini mendatangkan kuatnya hati(pendirian) mereka dan lapangnya dada-dada mereka , dan barangkali hal itu membuat mereka antusias untuk mencari-cari kesempatan dan menghinakan kaum yang lemah (imannya).dan perkara ini adalah suatu hal yang dirasa , tidak diragukan (kebenarannya)oleh seorang yang berakal.”

Berkata Asy-syaikh ‘Ustaimin –rohimahulloh- dalam ta’liq iqtdha 310 :

Sesungguhnya orang-orang kafir bergembira apabila kaum muslimin mengikuti mereka pada suatu kekhususan mereka ,dan mereka mengangkat kepala-kepala mereka(bangga)dan senang dengan hal tersebut , dan mereka berpendapat bahwa hal ini adalah kehinaan bagi kaum muslimin. Diantara perkara tersebut mengikuti mereka dalam  berbahasa , penanggalan , kebiasaan , pakaian , dan selainnya , kamu jangan menyangka bahwa mereka hanya memperhatikan perkara luarnya saja , bahkan dalamnya , karena kaum muslimin bagaikan ekor-ekor mereka , sebagaimana yang dikatakan Syaikhul-Islam rohimahulloh.

6 & 7 ) menyia-nyiakan waktu dan harta bukan pada tempat dan perkara yang diridhoi

Pastikan wahai hambaAlloh kamu tidak-lah termasuk dalam firman Alloh berikut :

وَآَتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا  إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya , kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros . Sesungguhnya  para pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Robb-nya.(Al-Isro’ 26-27)

Nabi –shollallohu wa sallam- bersabda :

إن الله كره لكم ثلاثا قيل وقال وإضاعة المال وكثرة السؤال

Sesungguhnya Alloh membenci bagi kalian tiga perkara , qiila wa qoola , menghambur-hamburkan harta (bukan pada tempat yang disyariatkan) dan banyak meminta. (HR Al-Bukhry dari Mughiroh bin Syu’bah-rodhiyallohu ‘anhu)

Dan sungguh suatu perkara yang boros dan menyia-yaikan harta dalam membeli membeli mercun-mercun , terompet , hadiah , kartu ucapan selamat dan lainnya.

Bisakah kamu bertanggung jawab atas hal ini ? Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسئل عن عمره فيم أفناه وعن علمه فيم فعل وعن ماله من أين اكتسبه وفيم أنفقه وعن جسمه فيم أبلا

Kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya bagaimana ia habiskan , ilmunya dimana mengamalkannya , hartanya dari mana ia mendapatkannya dan dimana ia membelanjakannya , dan dari jasadnya dalam perkara apa ia binasakan (HR.At-Tirmadzy dari Abu Barzah –rodhiyallohu ‘anhu-)

Alloh berfirman :

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang diberikan kepadamu) (At-Takaastur 8)

Dan masih banyak lagi penyelisihan syariat yang terdapat dalam ikut serta merayakan hari-hari mereka , seperti musik , ikhthilath , minuman keras , perzinahan dan lainnya , demikianlah karena suatu dosa akan menyeret pelakunya kepada dosa yang berikutnya …. AllohulMusta’an

Berdasarkan apa yang disebutkan maka tidak boleh untuk seorang yang beriman kepada Alloh ,dan rosul-nya membantu dan menolong mereka dalam merayakan hari-hari tersebut dalam bentuk apapun. Alloh berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.(Al-Maaidah 2)

Berikut beberapa tanggapan ‘ulama islam dalam hal ini yang semoga bermanfaat bagi para pembaca .amiin.

1) ‘Umar bin Khoththob -rodiyallohu ‘anhu-

لاَ تَدْخُلُوا عَلَى الْمُشْرِكِينَ فِى كَنَائِسِهِمْ يَوْمَ عِيدِهِمْ فَإِنَّ السُّخْطَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ

Janganlah kalian memasuki orang-orang musyrikin dalam tempat-tempat ibadah mereka pada hari raya mereka karena kemurkaan turun kepada mereka.

Dirwayatkan oleh Al-Imam ‘Abdurrozzaq dan Al-Baihaqy , berkata Ibnulqoyyim dalam kitab Ahkaam ahludzzimmah sanad-nya shohiih begitu juga guru beliau syikhul-islam dalam kitab Iqtidho’ 287 darul-Anshor)

Juga diriwayatkan bahwa ‘Umar-rodhiyallohu ‘anhu- berkata :

اجتنبوا أعداء الله في عيدهم

Jauhilah oleh kamu musuh-musuh Alloh pada perayaan mereka.

2 , 3, 4 )Abul-‘Aaliyah , Thowus , Muhammad bin Sirin dan selainnya mengatakan   لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ (mereka tidak menghadiri kemaksiatan) yaitu hari-hari raya musyrikin.(lihat tafsir Ibnu Kastiir-rohimahullohu Al-Jamii’ -)

5) saikhul-islam Ibnu Taimyyah –rohimahulloh-

Menyerupai mereka dalam hari besar/perayaan mereka adalah tidak boleh , iqtidha’ hal 266[4]

6 & 7) berkata Al-Imam Ibnul-Qoyyim-rohimahulloh :

Tidak boleh bagi kaum muslimin membantu mereka dan tidak juga hadir bersama mereka berdasarkan kesepakatan Ahlul-Ilm yang memang ahlinya, dan hal ini telah terang-terangan disebutkan oleh  para fuqoha’ dari pengikut Imam-imam madzhab yang empat dalam buku-buku mereka.

–         Berkata Abul-Qosim Hibatulloh bin Al-Hasan bin Manshuur Ath-Thobary Al-Faqih asy-Syaafi’iy :

Tidak boleh bagi kaum muslimin menghadiri hari-hari besar mereka karena mereka diatas kemungkaran dan kemaksiatan , apabila orang-orang baik bercampur dengan pelaku kemungkaran tanpa pengingkaran maka mereka bagaikan orang yang ridho dan terpengaruh dengan nya maka kami kawatirkan turun kemurkaan Alloh pada perkumpulan mereka dan menimpa seluruhnya , kita berlindung kepada Alloh dari kemurkaan-nya(Ahkaam Ahlu Adz-dzimmah 3/1245)

Ibnul Qoyyim-rohimahulloh- juga berkata :

Adapun ucapan selamat berkenaan dengan syiar-syiar kekufuran yang menjadi kekhususan mereka adalah haram menurut kesepakatan  para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar dan puasa mereka , dengan mengucapkan hari raya yang diberkahi , atau selamat hari raya  dan semisalnya , hal ini apabila yang mengucapkannya selamat dari  kekufuran maka tentunya hal tersebut termasuk dari perkara-perkara yang harom , dan hal ini setara dengan memberi ucapan selamat karena sujudnya untuk salib , bahkan itu lebih besar dosanya disisi Alloh dan lebih dimurkai dibandingkan ucapan selamat karena minum khomr , membunuh , berzina dan semisalnya, dan kebanyakan dari orang-orang yang tidak ada padanya pengagungan terhadap agama terjatuh dalam hal tersebut sedangkan ia tidak menyadari akan buruknya yang ia lakukan. Barang siapa yang memberi ucapan selamat seorang hamba dengan maksiat , bid’ah , atau kekufurannya maka telah terancam dengan  kebencian dan kemurkaan Alloh. (Ahkaam Ahlu Adz-dzimmah 1/441 )

8)Berkata Ibnu Hajar Al-Haitamy Asy-Syafi’iy-rohimahulloh-:

Dan dari bid’ah yang terburuk adalah kaum muslimin mengikuti orang-orang nasrani dalam perayaan mereka berupa tasyabbuh dengan makanan mereka , memberi dan menerima hadiyah mereka , pada hari tersebut , dan orang yang paling memperhatikan hal ini adalah fotografer dan nabi bersabda : barang siapa yang serupa dengan suatu kaum maka ia dari kaum itu.(lihat Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah 4/239

9)Berkata Ibnul Haajj

Tidak halal bagi seorang muslim menjual kepada orang nasrani sesuatu yang bermanfaat untuk hari raya-nya tidak daging , laukpauk , tidak pula pakaian , dan tidak boleh juga memberikan pinjaman walaupun sekedar tunggangan yang membantu mereka terhadap kekufuran mereka , dan wajib bagi para penguasa untuk melarang kaum muslimin dari hal itu . .(lihat Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah 4/239

10) Berkata Asy-syaikh ‘Abdul-‘Aziiz bin Baaz –rohimahulloh-

Tidak boleh bagi seorang muslim dan muslimah ikut serta orang-orang nasrani atau yahudi atau selain mereka dari kalangan orang-orang kafir dalam hari-hari besar mereka .Bahkan wajib meniggalkannya. Karena barang siapa yang serupa dengan suatu kaum maka ia termasuk dari kaum itu. Dan Nabi-shollallohu’alaihi wa sallam- melarang kita untuk serupa dengan mereka dan berakhlak dengan akhlak mereka. Maka wajib bagi pria dan wanita yang beriman untuk berhati-hati dari hal itu. Tidak boleh baginya membantu dalam perkara itu dengan bentuk apapun. Karena hal itu adalah perayaan-perayaan yang menyelisihi syariat.  Maka tidak boleh ikut serta dalam-nya tidak pula menolong dan membantu para pelakunya dengan apapun. Tidak dengan teh tidak dengan kopi tidak juga dari selainnya seperji bejana-bejana . karena Alloh berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.(Al-Maaidah 2)

dan ikut serta bersama orang-orang kafir dalam perayaan-perayaan mereka adalah bentuk tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.(Majallatul-Buhuust Al-‘Ilmiyyah)

11) Asy-syaikh Ibnu Al-‘Ustaimin –rohimahulloh- :

Memberi selamat kepada orang-orang kafir dengan merychistmas atau selainnya dari hari-hari besar mereka adalah harom berdasarkan kesepakatan  (ulama) sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnul-Qoyyim-rohimahulloh-

Beliau juga berkata : karena didalamnya(memberi ucapan selamat) terdapat bentuk setuju dengan syi’ar-syi’ar kufur dan meridhoi kekufuran tersebut untuk mereka walaupun tidak meridhoi kekufuran tersebut bagi dirinya , akan tetapi haram bagi seorang muslim untuk meridhoi syi’ar-syi’ar kufur dan memberi selamat orang lain berkenaan dengannya , karena Alloh tidak-lah meridhoi hal itu  sebagaimana dalam firman-Nya, “Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) kalian dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-hambaNya , dan jika kalian bersyukur , niscaya Dia meridhai bagi kalian kesyukuran itu.” (. Az-Zumar 7)

Juga dalam firman-Nya, “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama kalian.” (Al-Maidah3)

Jadi, mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengan hal itu adalah haram, baik mereka itu rekan-rekan kerjanya atau bukan.(Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin: 3/44-46)

Semoga apa yang tertulis disini bisa bermanfaat bagi saya dan para pembaca dan semoga Alloh memberikan kepada kita semua taufiq untuk bisa mengamalkannya dan menjauhkan kita dari sifat yang tercela, yaitu mengetahiu suatu ilmu tapi tidak mengamalkannya Alloh berfirman :

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Dan Sesungguhnya jika kalian mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, Sesungguhnya kalian -kalau begitu- Termasuk golongan orang-orang yang zalim.(Al-Baqoroh 145)

juga berfirman :

قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(Al-Baqroh 120)

sesungguhnya perayaan-perayaan mereka adalah jalan-jalan orang yang dimurkai lagi sesat , maka wahai Alloh…

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.(Al-Fatihah 6-7)

سبحان الله و بحمده و أستغفر الله و أتوب إليه

[1] Engkau apabila memperhatikan hari-hari tersebut akan mengetahui bahwa orang-orang kafir-lah yang suka membuat-buat hari perayaan walaupun tidak terdapat dalam syariat mereka . Berbeda hal-nya dengan muslim sejati yang hanya merayakan apa yang dirayakan oleh Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- maka :

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ

“Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? (Al-Baqoroh 61)

[2] Dan orang yang melakukannya insya Alloh mesti akan terjatuh pada kesalahan-kesalahan ini atau kebanyakan darinya .

[3] Dalam sanad-nya terdapat Ibnu Lahi’ah para ulama berselisih dalam mengambil dan menerima hadist-nya akan tetapi hadist tersebut dikuatkan oleh hadist sebelumnya.

[4]Untuk lebih meluas lihat dan baca buku tersebut , beliau -–rohimahulloh-mendatangkan banyak faidah dan pendalilan yang menjelaskan haromnya ikut serta pada hari besar mereka.

Sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s