Keutamaan Jihad Di Jalan Alloh ta’ala

بسم الله الرحمن الرحيم

 ,Berkata Alloh ta’ala

 وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (١٦٩)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (Ali-Imron: 169)

 حدثنا حرمي بن حفص قال: حدثنا عبد الواحد قال: حدثنا عمارة قال: حدثنا أبو زرعة بن عمرو بن جرير قال: سمعت أبا هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (انتدب الله عز وجل لمن خرج في سبيله، لا يخرجه إلا إيمان بي وتصديق برسلي، أن أرجعه بما نال من أجر أو غنيمة، أو أدخله الجنة، ولولا أن أشق على أمتي ما قعدت خلف سرية، ولوددت أني أقتل في سبيل الله ثم أحيا، ثم أقتل ثم أحيا، ثم أقتل).

(Dengan sanadnya) Dari Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu berkata, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ‘azza wa jall menjamin bagi siapa yang keluar di jalan-Nya: “yang tidak ada yang mengeluarkannya kecuali karena iman kepadaKu (Alloh) dan membenarkan rosul-rosulKu, bahwa Aku (Alloh) akan memulangkannya dengan mendapatkan pahala atau harta (rampasan perang), atau Aku memasukkannya ke dalam surga.” Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, niscaya saya tidak duduk di belakang pasukan, Dan jika bisa saya ingin mengulang terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi.” (Shohih Al-Bukhory no. 36, 2635، 2741، 2955، 7019، 7025)

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (691 – 751 H) رحمه الله تعالى berkata: jihad memiliki empat tingkatan, yaitu: Jihaadun Nafs (Jihad melawan hawa nafsu), Jihaadus Syaithaan (Jihad Melawan Syaithan), Jihaadul Kuffaar wal Munaafiqiin, Jihaad Arbaabizh Zhulm wal Bida’ wal Munkaraat (Jihad Melawan Tokoh-Tokoh yang Zhalim, Pelaku Bid’ah dan Kemungkaran) (Lihat Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad (III/10-11), Muassasah ar-Risalah)

4 pemikiran pada “Keutamaan Jihad Di Jalan Alloh ta’ala

  1. Assalamualaikum, dakwah itu bagus, tapi spamming itu tak bagus. Membuat orang benci dengan kita orang Islam. Gunakan cara marketing yang betul saudaraku

    Suka

      • Saya lihat anda tinggal komen pada posting di Google+ dengan link ke blog saudara. Dimana posting tempat saudara komen itu tiada kaitan dengan kandungan laman web saudara. Kemudian ada orang kafir menegur perbuatan saudara itu. Saya berkecil hati bila dia membenci perbuatan saudara, kerana itu akan menyekat jalan dakwah. Jalan terbaik adalah dengan memperbanyakkan backlink dari blog/forum/dan perbincangan yang berkaitan dengan topik dan perbincangan/kandungan laman web saudara.

        Apabila komen saudara tiada kaitan dengan topik perbincangan sesuatu pihak (tambah pula saudara sertakan dengan link ke blog saudara) ia mudah dianggap Spamming.

        Sekadar pendapat ikklas saudaraku..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s