MENGUSAP WAJAH SESUDAH BERDOA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebagian orang sesudah berdoa mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya, padahal tidak ada hadits satupun yang shahih yang membenarkan perbuatan tersebut. Yang paling baik adalah mengikuti sunnah Rasul dan yang paling buruk adalah segala tindakan menentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang berdoa hendaknya tidak mengusapkan kedua telapak tangan sesudah berdoa, sebab tanpa itu dia akan mendapat pahala.

Abu Daud rahimahullah berkata bahwa saya mendengar Imam Ahmad rahimahullah ditanya oleh salah seorang tentang hukum mengusap wajah sesudah berdoa, maka beliau menjawab : “Saya tidak pernah mendengar itu dan saya tidak pernah mendapatkan sesuatu tentang itu. Abu Daud berkata : Saya tidak pernah melihat Imam Ahmad mengerjakan hal itu. [Abu Daud dalam Masail Imam Ahmad hal.71] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata bahwa mengangkat tangan pada saat berdoa adalah sunnah berdasarkan hadits-hadits yang sangat banyak, tetapi tentang mengusap wajah dengan kedua telapak tangan tidak saya temukan kecuali satu atau dua hadits, itupun tidak bisa dipakai sebagai dasar amalan tersebut.[Majmu Fatawa 22/519]

Syaikh Al-Izz bin Abdussalam rahimahullah berkata bahwa tidaklah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa kecuali orang-orang bodoh saja. [Fatawa Izz bin Abdussalam]

11 pemikiran pada “MENGUSAP WAJAH SESUDAH BERDOA

  1. Do’a aja koq repot???..kalo do’a makan juga gak angkat tangan…keluar WC juga enggakm..do’a bersetubuh juga enggak….kalo mau angkat tangan boleh2 aja…angkat topi juga boleh…angkat kaki juga boleh…dalam hati atau diucapkan juga boleh..selama gak dilarang dan pernah dicontohkan pada saat yg lain..berarti statusnya boleh2 aja…yg diusap juga sering dikabul…yang gak di usap juga dikabul….do’a orang kafir aja dikabul…yang penting hakekat do’a tercapai…jangan malah jd buruk hati kita thd sesama muslim….

    Suka

  2. Ping balik: MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDOA, MENURUT PEMAHAMAN WAHABI ADALAH SESUATU YANG BID’AH/SESAT. « wahabinews

  3. 1. Bahwasanya Rasul saw saat akan tidur di pembaringannya, menggabung kedua telapak tangannya lalu nafatsa (meniup dg sedikit meludah) pada kedua telapak tangannya lalu membaca surat Al Ikhlas dan Alfalaq dan Annaas, lalu mengusapkannya ke wajahnya, dan seluruh tubuh yg mungkin dicapainya, neliau mengulanginya 3X (Shahih Bukhari hadits no.4729).

    2. Bahwasanya Rasul saw bila telah menuju pembaringannya nafatsa pada kedua telapak tangannya dengan Qulhuwallahu ahad dan Mu’awwidzatain, lalu mengusapkannya kewajahnya dan anggota tubuhnya yg dapat dicapai kedua tangan beliau saw, berkata Aisyah ra, ketika beliau sakit maka beliau menyuruhku untuk melakukannya untuk beliau saw (Shahih Bukhari hadits no.5416)

    jelas jelas hadits riwayat Shahih Bukhari dijelaskan bahwa Rasul saw mengusap wajahnya dalam doa beliau saw, terutama saat akan tidur dan saat sakit.
    memang tak ada hadits shahih dalam mengusap wajah disetiap selepas doa, namun hadits Bukhari ini jelas jelas merupakan hujjah yg menafikan larangan mengusap wajah setelah doa, karena Rasul saw melakukannya saat akan tidur, dan surat Alfalaq dan Annaas maknanya adalah doa untuk dilindungi dari syaitan dll. beliau saw melakukannya,

    Suka

    • Bantahannya dalam beberap sisi:

      1. Lafadz hadits yang benar adalah “Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup (disertai sedikit liur) dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)

      2. maka nafatsa (yaitu meniupkan disertai sedikit ludah) setelah membaca tiga surat qul dan menyapunya ke tubuh yg dapat dijangkau adalah hal yg disyari’atkan sebelum tidur saja bukan pada seluruh do’a,

      3. salafussholeh (para sahabat) tidak memahami hadits sebelum tidur untuk seluruh do’a, dan tidak ada diantara mereka yg mengusap wajah setelah berdo’a.

      4. jika hadits ini dibawa kepada seluruh do’a maka ini memberatkan2 diri sebab mengharuskan mengusap bagian tubuh yg lainnya juga ketika berdo’a sebagaimana pada lafadz hadits tersebut untuk mengusap pada bagian tubuh yang lain maka membawa kekhususan mengusap sebelum tidur kepada do’a yg lain adalah salah,

      5. org yg berhujjah dgn hadits sebelum tidur untuk mengusap wajah pada seluruh do’a adalah hal yg dipaksakan dan mengada-ada. bahkan Rosululloh dalam hadits lain berdo’a tanpa mengusap, Dari Anas Radhiyalahu ’anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam tidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa’ 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa’ 3/24].

      Suka

      • Namanya Hadist itu adalah sunah kebiasaan yang dilakukan rosul ,namanya kebiasaan itu berarti rosul sering melakukannya,jangan bilang salah kalau anda bilang salah berarti anda menyalahkan rosululloh dalam redaksi diatas “salafussholeh (para sahabat) tidak memahami hadits sebelum tidur untuk seluruh do’a, dan tidak ada diantara mereka yg mengusap wajah setelah berdo’a.”mereka tidak berkata melarang
        ,sekarang terserah pada diri kita mau melaksanakan sunah berarti kita mendapatkan pahala dari pekerjaan itu,klo tdk mau melakukan kita tidak mendapatkan pahala ,jadi terserah anda pilih mana tp ingat jangan ngomong salah ,karena rosul jg sudah mencontohkan dalam hadist
        Gitu aja kok jd masalah ?????ini masalah kueciiillll bruooooo……..

        Suka

  4. Tolong berikan Hadits yg menjelaskan tentang anjuran mengusap wajah ketika berdo’a,, kemudian berikan takhrij atau penjelasan bahwa hadit’s tersebut lemah/Maudhu. Barokallahu fikum…

    Suka

    • ana belum menemukan hadits mengusap wajah baik yg shohih ataupun lemah, dan ingatlah kaidah “ibadah itu terlarang sampai ada dalil yg memerintahkan”, wallohu ta’ala a’lam.

      Suka

  5. apakah salah jika menghapus wajah dengan kedua tangan setelah berdoa.
    tidak dikerjakan Rasul bukan berarti haram kan?????
    tooh rasanya tidak ada yang dirugikan atau menimbulkan mudharat jika saya menghusap wajah saya.
    dan bagaimana tanggapan saudara tetang menghusap wajah itu sendiri??

    Suka

    • Yang paling baik adalah mengikuti sunnah Rasul dan yang paling buruk adalah segala tindakan menentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang berdoa hendaknya tidak mengusapkan kedua telapak tangan sesudah berdoa,tidaklah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa kecuali orang-orang bodoh saja

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s